KONSEP DASAR PERENCANAAN PENGAJARAN BIOLOGI
Husen Hasan
Abstrak
Mata kuliah Perencanaan Pengajaran Biologi adalah salah satu mata kuliah yang termasuk dalam kelompok mata kuliah Proses Belajar Mengajar yang membahas prinsip-prinsip dan cara-cara merencanakan pengajaran suatu mata pelajaran atau pokok bahasan tertentu. Perencanaan bukanlah masalah kira-kira, manipulasi atau teoritis tanpa fakta atau data yang kongkrit serta perencanaan tersebut harus dinilai. Kegiatan pengajaran ini merupakan suatu kegiatan yang disadari dan direncanakan.Seorang guru atau calon guru dalam menyusun program semester ataupun persiapan mengajar suatu pokok bahasan, perlu ia harus merumuskan tujuan, alat evaluasi, bahan, cara mengajar serta media pembelajaran.
Tujuan penulisan artikel ini yang juga merupakan sasaran akhir dari mata kuliah Perencanaan Pengajaran Biologi adalah agar mahasiswa mampu menyusun berbagai bentuk persiapan dan rencana pengajaran, serta dapat mengetahui bagaimana merencanakan suatu pengajaran yang baik. Metode yang digunakan dalam dalam penulisan artikel ini adalah Library Research (Telaah Kepustakaan). Hasil telaah dari berbagai referensi tentang perencanaan pengajaran biologi adalah mencakup kegiatan merumuskan tujuan pembelajaran, merumuskan isi/materi pelajaran yang harus dipelajari, merumuskan kegiatan belajar dan merumuskan sumber belajar/media pembelajaran yang akan digunakan serta merumuskan evaluasi belajar.
Kata kunci : perencanaan, pembelajaran, pengajaran
A. PENDAHULUAN
Pada haketnya Perencanaan merupakan suatu rangkaian proses kegiatan menyiapkan keputusan mengenai apa yang diharapkan terjadi sperti (peristiwa, keadaan, suasana), dan sebagainya. Perencanaan bukanlah masalah kira-kira, manipulasi atau teoritis tanpa fakta atau data yang kongkrit, dan persiapan perencanaan harus dinilai.
Bangsa lain yang terkenal perencanaannya adalah bangsa Amerika Serikat. Perencanaan sangat menentukan keberhasilan dari suatu program sehingga bangsa Amerika dan bangsa Jepang akan berlama-lama dalam membahas perencanaan daripada aplikasinya. Dalam alur pikiran inilah penulis menyajikan suatu konsep atau pemikiran mengenai perencanaan pengajaran biologi yang efektif dan efisien. Guna meningkatkan kemampuan dalam bidan pendidikan.Kegiatan pengajaran ini merupakan suatu kegiatan yang disadari dan direncanakan. Suatu kegiatan yang direncanakan atau kegiatan berencana dapat mencakup tiga hal utama yaitu; Persiapan/perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi, demikian juga halnya dengan pengajaran. Apabila seorang guru akan mengajarkan bahan pengajaran mengenai setiap pokok/satuan bahasan kepada siswa-siswanya, ia harus mengadakan persiapan terlebih dahulu. Hal tersebut dimaksudkan agar proses belajar-mengajar dapat berlangsung dengan lancar, sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai. Proses belajar-mengajar yang dimaksudkan disini merupakan interaksi semua komponen/unsure yang terdapat dalam upaya belajar-mengajar yang satu sama lainnya saling berhubungan dalam ikatan untuk mencapai tujuan. Langkah awal dari setiap kegiatan dapat berisi berbagai upaya mempersiapkan apa yang akan dilaksanakan. Sesuai dengan besar kecilnya kegiatan serta kebiasaan atau cara orang mengerjakannya, ada rencana yang dilakukan dengan cepat, sepintas dan tanpa rencana tertulis, tetapi ada pula perencanaan yang membutuhkan waktu yang lama.
Pengajaran merupakan suatu kegiatan atau upaya untuk membantu para siswa menegembangkan kemampuan, Pengetahuan dan keterampilan dalam suatu bidang tertentu. Kegiatan pengajaran tidak sesederhana kita berjalan-jalan atau membeli sesuatu, walaupun tidak sekompleks membangun sebuah kota, tetapi kegiatan ini membutuhkan perencanaan yang saksama dan dibuat secara tertulis. Pengajaran dilaksanakan secara berkala, dapat mencakup jangka waktu yang cukup panjang misalnya untuk Sekolah Dasar (SD) sampai 6 tahun dan juga waktu yang pendek, misalnya latihan membina pramuka selama satu minggu. Apakah suatu pengajaran berjangka waktu yang lama ataupun singkat tetap membutuhkan suatu program kerja, yaitu program kerja pengajaran yang secara singkat disebut program pengajaran.
Secara garis besar, Perencanaan Pengajaran Biologi mencakup kegiatan merumuskan tujuan-tujuan apa yang dicapai oleh suatu kegiatan pengajaran, cara apa yang digunakan menilai pencapaian tujuan tersebut, materi atau bahan apa yang akan diajarkan atau disampaikan, bagaimana cara menyampaikan bahan, serta media atau alat apa ya ng diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pengajaran tersebut, karena bidang pengajaran dapat bermacam-macam, demikian juga jangka waktu, lingkup pengajaran serta tingkat perkembangan siswa yang diajar juga berbeda-beda, maka terdapat beberapa macam bentuk dan format perencanan tersebut diarahkan kepada hal yang sama, yaitu agar terlaksana proses belajar mengajar yang efesien dan efektif, serta relevan dengan misi dan tujuan dari lembaga pendidikan dimana para siswa belajar.
Setiap kegiatan mempunyai tujuan tertentu, demikian juga halnya dengan tujuan mata kuliah Perencanaan Pengajaran Biologi. Dalam mempersiapkan proses belajar–mengajar, yang petama kali dilakukan oleh seorang guru adalah merumuskan tujuan-tujuan pengajaran yang akan dicapai oleh siswa. Setelah itu, langkah berikutnya adalah menyusun alat evaluasi yang akan digunakan dalam menilai seberapa jauh tujuan-tujuan pengajaran telah atau belum dicapai. Setelah menyusun alat evaluasi , perlu ditentukan pokok-pokok materi dan kegiatan belajar-mengajar yang sesuai untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan tersebut. Dalam mempersiapkan proses belajar, yang pertama kali dilakukan oleh seorang guru adalah :
1. Merumuskan tujuan-tujuan pengajaran yang akan dicapai
2. Menyusun alat evaluasi yang akan digunakan dalam menilai seberapa jauh tujuan-tujuan pengajran yang sudah telah dicapai atau belum
3. Penetapan media dan alat yang dapat digunakan unuk memperjelas dan memepermudah penerimaan materi pelajaran oleh siswa.
Tujuan-tujuan tersebut diatas dapat dijadikan pedoman dan kriteria umum oleh para mahasiswa (Mahasiswa Biologi pada khususnya) dalam menilai penguasaan bahan perkuliahannya. Oleh karena itu dalam penulisan artikel ini, penulis membahas permasalahan-permasalahan yang sudah telah teruraikan sebelumnya, yaitu tentang konsep dasar perencanaan pengajaran biologi. Dalam penulisan artikel ini bertujuan mahassiswa dapat mengetahui apa yang dimaksudkan dengan perencanaan pengajaran biologi dan bagaimana cara merencanakan suatu pembelajaran yang baik.
METODE
Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah menggunakan metode Library Research (penelitian kepustakaan) dimana artikel ini ditulis dengan menggunakan literature (kepustakaan) dari pembuatan artikel sebelumnya. Literatul yang dimaksudkan ialah berasal dari berbagai sumber referensi seperti dari buku-buku, internet, tesis orang lain, skripsi, makalah dan lain-lain sebagainya yang diperoleh melalui perpustakaan FKIP Universitas Khairun Ternate, yang kemudian penulis baca dan menelaahnya.
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Perencanaan adalah menentukan apa yang akan di lakukan mempunyai arah lain, menyusun langkah-langkah penyelesaian suatu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu. Perencanaan adalah langkah-langkah penyusunan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan ang telah ditentukan. Perencanaan tersebut dapat disusun berdasarkan kebutuhan alam jangka waktu tertentu sesuai dengan keinginan pembuat perencanaan. Namun yang lebih utama adalah perencanaan yang dibuat harus dapat dilaksanakan dengan dan tepat pada sasarannya. Sedangkan pengajaran dapat di artikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh para guru dalam membimbing, membantu, dan mengolahkan pesrta didik untuk memiliki pengalaman belajar. Ada beberapa pendapat tentang perencanaan pengajaran yang berkaitan dengan tugas guru:
1) Menurut Hamzah, perencanaan pengajaran adalah suatu cara yang memuaskan untuk membuat kegiatan berjalan dengan baik di sertai dengan berbagai langkah yang antisipatif guna memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut mencapai tujuan yang di tetapkan.
2) Philip Commbs mengatakan dalam arti luas, perencanaan pengajaran adalah suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para murid dan masyarakat.
3) Kaufman mengatakan bahwa perencanaan adalah proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan abash dan bernilai.
Banghart dan Albert Trull tidak memberikan batasan perencanaan pengajaran secra akslusif, melainkan mengatakan bahwa dalam rangka mengerti makna perencanaan pengajaran dapat dilihat dari 3 dimensi yakni:
a) Karakteristik perencanaan pengajaran berusaha menggambarkan
sifat-sifat aktivitas perencanaan pengajaran.
sifat-sifat aktivitas perencanaan pengajaran.
b) Dimensi perencanaan pengajaran, berkenaan dengan luas dan cakupan aktivitas perencanaan yang mungkin dalam system pendidikan.
c) Kendala-kendala berkaitan dengan adanya beberapa factor pembatas atau penghalang
Banghart dan Trull, (1973) mengemukakan bahwa perencanaan adalah awal dari semua proses yang rasional dan mengandung sifat optimisme yang didasarkan atas kepercayaan bahwa akan dapat mengatasi berbagai macam permasalahan.
Jurnalnet.com (Malang): dalam bidang apapun, perencanaan merupakan unsur penting dan strategis sebagai pemandu arah pelaksanaan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan atau sasaran yang dikehendaki. Perencanaan adalah suatu rangkaian proses kegiatan menyiapkan keputusan mengenai apa yang diharapkan terjadi dan apa yang akan dilakukan. Pada dasarnya perencanaan bermakna sangat kompleks. Perencanaan dapat didefinisikan dalam berbagai macam ragam, tergantung perspektif yang digunakan serta latar belakang yang memengaruhi seseorang untuk mendefinisikannya. Dalam arti seluas-luasnya, perencanaan biasanya dimaknai sebagai proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.
Nana Sudjana (2000: 61), mengatakan bahwa perencanaan adalah proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang. Pendapat yang telah dikemukakan tersebut diatas, dapat senada dengan yang dikemukakan oleh Hadar Nawawi (1983: 16) bahwa perencanaan berarti penyusunan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu.. Dalam hal ini perencanaan mencakup rangkaian kegiatan untuk menentukan tujuan umum (goal) dan tujuan khusus (objectivitas) suatu organisasi atau lembaga penyelenggara pendidikan, berdasarkan dukungan informasi yang lengkap. Setelah tujuan ditetapkan perencanaan yang berkaitan dengan penyusunan, pola, rangkaian, dan proses kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Singkatnya, efektivitas perencanaan , program kerja madrasah, dan upaya implementasi program kerja tersebut dalam mencapai tujuan. Sedangakan pengajaran dapat sebagaisuatu proses yang dilakukan oleh para guru dalam membimbing, membantu, dan mengarakan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar. Dengan kata lain pengajaran pengajaran adalah suatu caa bagaimana cara mempersiapkan pengalaman belajar bagi peserta didik. (Jones at. al dalam Mulyani Sumantri, 1988:95)
Sampai saat ini riset tentang perencanan pengajaran masih jaran,tetapi beberapa konsep dapat membantu guru dalam meningkatkan efektifitas pembuatan perencanaan pengajaran. Konsep tersebut dapat mengandung da pemikiran utama, yaitu proses pengambilan keputusan danpengetahuan profesional tentang proses pengajaran. Keputusan yang diambil oleh guru bisa bermacam-macam, mulai dari yang sederhana sampai pada tingkat yang kompleks. Keputusan tingkat sederhana misalanya pengorganisasian aktivitas kelas sedangkan keputusan pada tingkat kompleks menentukan apa yang dipelajari oleh anak.Dalam bidang pendidikan, perencanaan pengajaran biologi merupakan salah satu faktor kunci efektivitas terlaksananya aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan bagi setiap jenjang dan jenis pendidikan pada tingkat nasional maupun lokal. Namun kenyataannya, unsur perencanaan pendidikan masih lebih banyak dijadikan faktor pelengkap, sehingga sering kali tujuan yang telah ditetapkan tidak tercapai secara maksimal. Penyebabnya adalah karena para perencana pendidikan kurang memahami proses dan mekanisme perencanaan dalam konteks yang lebih komprehensif. Selain itu, posisi bidang perencanaan belum merupakan key factor keberadaan suatu lembaga pendidikan, baik pada tingkat makro maupun mikro. Karena itu, sumbangan perencanaan pendidikan terhadap pencapaian visi, misi, dan tujuan lembaga pendidikan belum dirasakan secara optimal.
Artikel tentang konsep dasar Perencanaan pengajaran biologi ini mencoba memberi penjelasan tentang posisi dan kedudukan perencanaan dalam konteks administrasi pendidikan dan posisinya dalam pencapaian tujuan pendidikan, baik pada tingkat lokal, regional, maupun nasional. Dalam konteks pengajaran, perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pembelajaran, penggunaan pendekatan dan metode pengajaran, dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada waktu atau masa tertentu untuk mencapai tujuan yang ditentukan.
Berdasarkan uraian diatas, konsep pengajaran dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, yaitu:
a. Perencanan pengajaran sebagai teknologi adalah suatu perencanaan yang mendorong penggunaan teknik-teknik yang dapa mengembagkan tingkah laku kognitif dan teori-teori konstruktif terhadap solusi dan problem-problem pengajaran.
b. Perencanan pengajaran sebagai suatu sistem adalah sebuah susunan dari sumber-sumber dan prosedur-prosedur untuk menggerakkan pembelajaran. Penegembangan sistem pengajaran melalui proses yang sistemik selanjutnya diimplementasikan dengan mengacu pada sistem perencanaan tersebut.
c. Perencanan pengajaran sebagai sebuah disiplin adalah cabang dari pengetahuan yang senantiasa memperhatikan hasil-hasil penelitian dari teori tentang strategi pengajaran dan implementasinya terhadap strategi tersebut.
d. Perencanan pengajaran sebagai sains (sciens) adalah mengkreasi secara detail spesifikasi dari pengembangan, implementasi, evaluasi dan pemeliharaan akan situasi maupun yang lebih semput dari materi pelajaran dengan segala tingkat kompleksitasnya.
e. Perencanan pengajaran sebagai sebuah proses adalah pengembangnn pengajaran secara sistemik yang digunakan secara khusus atas dasar teori-teori pembelajaran dan pengajaran untuk menjamin kualitas pembelajaran. Dalam perencanaan ini dilakukan analisi kebutuhan dari proses belajar dengan alur yang sistematik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Termasuk didalamnya melakukan evaluasi terhadap materi pelajaran dan aktivitas-aktivitas pengajaran.
f. Perencanan pengajaran sebagai sebuah realitas adalah ide pengajaran dikembangkan dengan memberikan hubungan pengajaran dari waktu ke waktu daam suatu proses yang dikerjakan perencana dengan mengecek secara cermat bahwa semua kegiatan telah sesuai dengan tuntutan sains dan dilaksanakan secara sistematis.
B. Dimensi-Dimensi Perencanaan
Berbicara tentang dimensi perencanan pengajaran yakni berkaitan dengan cakupan dan sifat-sifat dai beberapa karakteristik yang ditemukan dalam perencanaan pengajaran .
Harjanto (1997:5) mengemukakan tentang pertimbangan terhadap dimensi-dimensi itu adalah memungkinkan diadakannya perencanaan komperehensif yang menalar dan efesien, yaitu sebagai berikut;
1) Signifikansi
Tingkata signifikansi tergantung pada tujuan pendidikan yang diajukan dan disignifikansi apat ditentukan berdasarkan kriteria-kriteria yang dibangun selama proses perencanaan.
2) Feasibilitas
Maksudnya perencanaan harus disusun berdaarkan pertimbangan realistis baik yang berkaitan dengan biaya maupun pengimplementasiannya.
3) Relevansi
Konsep relevansi berkaitan dengan jaminan bahwa perencanaan memungkinkan penyelesaian persoalan secara lebih spesifik pada waktu yang tepat agar dapat dicapai tujuan spesifik secara optimal.
4) Kepastian
Konsep kepastian minimun diharapkan dapat mengurangi kejadian-kejadian yang tidak terduga.
5) Ketelitian
Prinsip utama yang perlu diperhatikan ialah agar perencanaan pengajaran disusun dalam bent yang sederhana, serta dapat pula diperhatikan secara sensitif kaitan-kaitan yang pasti terjadi antara berbagai komponen.
6) Adaptabilitas
Diakui bahwa perencanaan pengajaran bersifat dinamis, sehingga perlu senantiasa mencari informasi sebagai umpan balik. Penggunaan berbagai proses memungkinkan perencanaan yang fleksibel atau adaptable adapat dirancanag untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
7) Waktu
Faktor yang berkaitan dengan waktu cukup banyak, selain keterlibatan perencanaan dalam memprediksi masa depan, juga validasi dan reliabilitas analisis yang dipakai, serta kapan untuk menilai kebutuhan kependidikan masa kini dalam kaitannya dengan masa mendatang.
8) Monotoring
Monitoring merupakan proses mengembagka kriteria untuk menjamin bahwa untuk berbagai komponen untuk bekerja secara efektif.
9) Isi perencanaan
Isi perencanaan merujuk pada hal-hal yang akan direncanakan. Perencanaan pengajaran yang baik perlu memuat hal-hal sebagai berikut:
a) Tujuan apa yang diinginkan, aau bagaimana cara mengorganisasi aktivitas belajara dan layanan-layanan pendukungnya.
b) Program dan layanan, atau bagaimana cara mengorganisasi aktivitas belajara dan layanan-layanan pendukungnya.
c) Tenaga manusia, yakni mencakup cara-cara mengembangka prestasi, spesialisasi, prilaku, kompotensi, maupun kepuasan mereka.
d) Keuangan, meliputi rencana pengeluaran dan rencana penerimaan
e) Bangunan fisik mencakup tenaga cara-cara penggunaan pola distribusi dan kaitannya dengan pengembangan psikologis
f) Struktur organisaisi, maksudnya bagaimana cara mengorganisasi dan menejmen operasi an pengawasan program dan aktivitas kependidikan yang direncanakan.
g) Konteks sosial atau elemen-elemen lain ag perlu dipertimbangkan dala perencanaan pengajaran.
Perencanaan pengajaran yang baik perlu memuat:
Ø Tujuan yang diinginkan sebagai hasil proses pendidikan
Ø Program dan layanan atau bagaimana cara mengorganisasi aktivitas belajar dan layanan-layanan pendukungnya.
Ø Tenaga manusia, yakni mencakup cara-cara mengembangkan prestasi, spesialisasi, perilaku, kompetensi, maupun kepuasan mereka
Ø Bangunan pisik mencakup tentang cara-cara penggunaan, pola distribusi dan kaitannya dengan baguanan pisik lainnya
Ø Keuangan, meliputi rencana pengeluaran dan penerimaan
Ø Struktur organisasi
Ø Konteks sosial atau elemen-elemen lainnya yang dipertimbangkan dalam perencanaan pengajaran.
Hidayat (1990:11) mengemukakan bahwa perangkat yag harus dipersiapkan dalam perencanaan pembelajaran antara lain:
1. Memahami kurikulum
2. Mengusai bahan ajar
3. Menyusun program pengajaran
4. Menilai program pengajaran dan hasil proses belajar-mengajar yang telah dilaksanakan.
Konsep pembelajaran berbasis kompetensi masyarakat dirumuskannya secara kompetensi yang harus dimiliki atau ditampilkan siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan tolok ukur pencapaian kompetensi, maka dalam kegiatan pembelajaran siswa akan terhindar dari mempelajari materi yang tidak menunjang tercapainya kompetensi. Pencapaian setiap kompetensi tersebut terkait erat dengan sistem pembelajaran. Dengan demikian komponen minimal pembelajaran berbasis kompetensi adalah :
a) Pemilihan dan penggunaan kompetensi yang tepat.
b) Spesifikasi indikator penilaian untuk menentukan pencapaian kompetensi.
c) Pengembnagan sistem penyampaian yang fungsional dan relevan dengan kompetensi dan sistem penilaian.
C. Manfaat Perencanaan Pengajaran Biologi
Terdapat beberapa manfaat perencanaan pengajaran biologi dalam proses belajar-mengajar yaitu:
1. Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan
2. Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsure yang terlibat dalam kegiatan
3. Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsure, baik unsure guru maupun usr murid.
4. Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan keterlambatan kerja
5. Untuk bahan penyusunan data agar terjadi kesembangan kerja
6. Untuk menghemat waktu, tenaga, alat-alat dan biaya.
Sedangkan penerapan konsep dan prinsip pembelajaran berbasis kompetensi diharapkan bermanfaat untuk:
a. Menghindari duplikasi dalam memberikan materi pelajaran. Dengan penyajian materi pelajaran yang benar-benar relevan dengan kompetensi yang ingin dicapai, dapat dihindari terjadinya duplikasi dan pemberian materi pelajaran yang terlau banyak.
b. Mengupayakan konsistensi yang ingin dicapai dalam mengajarakan suatu mata pelajaran. Dengan kompetensi yang ditentukan secara tertulis, siapapun yang mengajarkan mata pelajaran tertentu tidak akan bergeser ata menyimpang dari kompettensi atau materi yang telah ditentukan
c. Meningkatkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, kecepatan dan kesempurnaan siswa
d. Membantu mempermudah pelaksanaan akreditasi. Pelakasanaan akreditasi akan lebih dipermudah dengan menggunakan tolok ukur standar kompetensi.
e. Memperbarui system evaluasi dan laporan hasil belajar siswa. Dalam pemebeljaran berbasis kompetensi, keberhasilan siswa diukur dan dilaporkan berdasarkan pencapaian kompetensi atau sub-kompetensi tertentu, bukan didasarkan atas perbandingan dengan hasil belajar siswa yang lain.
f. Memperjelas komunikasi dengan siswa tentang tugas, kegiatan, atau pengalaman belajar yang harus
g. Meningkatakan akuntabilitas publik, Kompetensi yang telah disusun, divalidasikan dan dikominikasikan kepada publik, sehingga dapat digunakan untuk mempertanggungjawabkan kegiatan pembelajaran kepada public.
h. Memperbaiki sisitem sertivikasi . dengan perumusan kompetensi yang lebih spesifik dan terperinci, sekolah dapat dapat mengeluarkan sertifikat atau transkrip yang menyatakan jenis dan aspek kompetensi yang dicapai.
D. Desain Pembelajaran Berbasis Kompetensi
Pendidikan berbasis kompetensi menitikberatkan pada pengembangan kemampuan untuk melakukan (kompetensi) tugas-tugas tertentu yang sesuai dengan standar performansi yang telah ditetapkan. “Competency Based Education is geared toward preparing individuals to perform identified competency” (Schrag, 1987, h 22)
Pembelajaran berbasis kompetensi adalah program pembelajaran di mana hasil belajar atau kompetensi yang diharapkan dicapai oleh peserta didik, sistem penyampaian, dan indikator pencapaian hasil belajar dirumuskan secara tertulis sejak perencanaan dimulai (McAshan, 1989:19).
Konsep pembelajaran berbasis kompetensi menyaratkan dirumuskannya secara jelas kompetensi yang harus dimiliki atau ditampilkan peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.. Dengan tolokukur pencapaian kompetensi maka dalam kegiatan pembelajaran peserta didik akan terhindar dari mempelajari materi yang tidak perlu yaitu materi yang tidak menunjang tercapainya penguasaan kompetensi Penerapan konsep dan prinsip pembelajaran berbasis kompetensi diharapkan bermanfaat untuk:
a. menghindari duplikasi dalam pemberian materi pembelajaran yang disampaikan guru harus benar-benar relevan dengan kompetensi yang ingin dicapai.
b. mengupayakan konsistensi kompetensi yang ingin dicapai dalam mengajarkan suatu mata pelajaran. Dengan kompetensi yang telah ditentukan secara tertulis, siapa pun yang mengajarkan mata pelajaran tertentu tidak akan bergeser atau menyimpang dari kompetensi dan materi yang telah ditentukan.
c. meningkatkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, kecepatan, dan kesempatan peserta didik.
d. membantu mempermudah pelaksanaan akreditasi. Pelaksanaan akreditasi akan lebih dipermudah dengan menggunakan tolokukur SK.
e. memperbarui sistem evaluasi dan pelaporan hasil belajar peserta didik. Dalam pembelajaran berbasis kompetensi, keberhasilan peserta didik diukur dan dilaporkan berdasar pencapaian kompetensi atau subkompetensi tertentu, bukan didasarkan atas perbandingan dengan hasil belajar peserta didik yang lain.
f. memperjelas komunikasi dengan peserta didik tentang tugas, kegiatan, atau pengalaman belajar yang harus dilakukan dan cara yang digunakan untuk menentukan keberhasilan belajarnya.
g. meningkatkan akuntabilitas publik.
h. memperbaiki sistem sertifikasi. Dengan perumusan kompetensi yang lebih spesifik dan terperinci, sekolah dapat mengeluarkan sertifikat atau transkrip yang menyatakan jenis dan aspek kompetensi yang dicapai.
Dalam desain pembelajaran dikenal beberapa model yang dikemukakan oleh para ahli. Adanya variasi model yang ada ini sebenarnya juga dapat menguntungkan kita, beberapa keuntungan itu antara lain adalah kita dapat memilih dan menerapkan salah satu model desain pembelajarang yang sesuai dengan karakteristik yang kita hadapi di lapangan, selain itu juga, kita dapat mengembangkan dan membuat model turunan dari model model yang telah ada, ataupun kita juga dapat meneliti dan mengembangkan desain yang telah ada untuk dicobakan dan diperbaiki. Model desain pembelajaran yang ada dikelompokkan berdasarkan; tampilan visual (skema, diagram), penjabaran komponen di dalamnya, dan manfaat yang terkandung dalam model tersebut. Contoh dari perbedaan model desain pembelajaran ini misalnya adalah ketika Dick & Carey secara skema, menerapkan model yang prosedural, sedangkan Kemp, et.al. menerapkan model melingkar ( circular). Dalam disain pembelajaran dikenal beberapa disain pembelajaran diantaranya adalah: Model berbasis sistem, mengembangkan teori sistem atau pendekatan sistem dalam pelaksanaannya.
E. Penutup
Ø Kesimpulan
Berdasarkan hasil uraian dari berbagai sumber dan referensi maka dapat disimpulkan bawa Perencanaan pengajaran biologi mencakup kegiatan merumuskan tujuan pembelajaran, merumuskan isi/materi pelajaran yang harus dipelajari, merumuskan kegiatan belajar dan merumuskan sumber belajar/media pembelajaran yang akan digunakan serta merumuskan evaluasi belajar
Ø Saran
Daftara Pustaka
Abdul Gafur (1986). Disain Instruksional: Langkah Sistematis Penyusunan Pola Dasar Kegiatan Belajar Mengajar. Sala: Tiga Serangkai.
Abdul Gafur (1987). Pengaruh Strategi Urutan Penyampaian, Umpan Balik, dan Keterampilan Intelektual Terhadap Hasil Belajar Konsep. Jakarta: PAU - UT.
Abdul Gafur (1985). Media Besar Media Kecil: Alat dan Teknologi Pengajaran. Semarang: IKIP Press.
Majid Abdul , 2010. Perencanaan Pembelajaran. Remaja Modakarya. Bandung.
Nana Syaodih, R. Ibrahim, 2010. Perencanaan Pengajaran. Rineka Cipta. Jakarta.
Subiyanto, 1988, Evaluasi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, P2LPTK, Depdikbud: Jakarta.
http://mgmpips.wordpress.com/2007/03/02/iipemilihan-bahan-ajar-dalam-pembelajaran-berbasis-kompetensi-pbk. diakses tanggal 1 Maret 2011.
http://sobatbaru.blogspot.com/2009/01/konsep-perencanaan-pengajaran.html. Diakses tanggal 28 Februari 2011
http://indrajulian.blogspot.com/2010/11/konsep-dasar-perencanaan-pendidikan.html.diakses tanggal 1 maret 2011